Rabu, 02 Mei 2018

WAJIT CILILIN- MAKANAN KHAS BANDUNG BARAT


wajit cililin bandung


Hasil gambar untuk wajit CILILIN oleh oleh

merupakan salah satu dari berbagai macam oleh-oleh khas Bandung yang sempat menjadi primadona. Walaupun Wajit ini berasal dari Cililin daerah Kabupaten Bandung Barat, namun minat masyarakat Bandung dan luar Bandung pada panganan ini begitu banyak. Sehingga para distributor makanan terutama oleh-oleh khas Bandung terus memasok Wajit ini langsung dari produsennya di daerah Cililin.
Wajit cililin sudah tidak asing lagi bagi orang Bandung dan sekitarnya. Panganan khas Cililin ini sudah identik dengan oleh-oleh dari Bandung yang selalu dicari. Wajit terbuat dari bahan dasar gula, beras ketan, dan kelapa yang kemudian dibungkus daun jagung. Nama “Cililin” digunakan untuk penganan berwarna cokelat dan legit ini, sesuai dengan tempatnya dibuat, yaitu daerah Cililin. Cililin adalah daerah di Kecamatan Camatan, sebelah selatan Kab. Bandung Barat. Daerah ini sudah cukup lama dikenal sebagai sentra penghasil Wajit.

Tertarik juga menikmati Wajit Cililin ini? Jangan mau ketinggalan yaaa.. segera hubungi kontak kami buruan order, dijamin pesanan anda akan segera sampai ke tempat tujuan.. Gampang kan?


DODOL GARUT



Kebanyakan orang Garut yang merantau keluar kota pernah mengalami kejadian seperti ini. Dodol Garut memang sudah terkenal ke seluruh wilayah Indonesia. Si legit dan manis ini memang sudah jadi primadona buah tangan dari Garut sejak tahun 2000-an.
Dodol Garut diproduksi pertama kali dengan skala produksi kecil rumahan di tahun 1800-an. Di zaman penjajahan Belanda, Dodol Garut sudah terkenal luas dikalangan para meneer dan noni belanda. Bahkan, noni-noni belanda kala itu pandai sekali membuat dodol.
Dodol Garut kini diekspor ke berbagai macam negara seperti Malaysia, Singapura, bahkan merambah hingga ke Timur Tengah dan Eropa. Rasa dan aroma yang khas membuat dodol Garut ini disukai wisatawan lokal maupun mancanegara. Harga dodol Garut ini bervariatif, berkisar antara Rp. 14.000/kg hingga Rp. 28.000/kg.

Dodol Garut. Oleh-oleh khas Garut. Foto dokumentasi Jelajah Garut

Kini, semakin berkembangnya zaman dan pengetahuan, dodol Garut pun mengalami diversifikasi menjadi banyak jenis dan varian rasa. Nih ini dia ragam variannya.
1.     Dodol Original
Dodol original memiliki keunikan tersendiri. Wijen, gula merah, santan, garam, gula pasir, dan tepung ketan adalah bahan dasar dari dodol original ini. Rasanya tentu saja manis dan legit. Dodol original ini dijual ditempat oleh-oleh dengan berbagai macam merk. Sangat mudah untuk mendapatkan dodol original ini ditempat oleh-oleh.

2.     Dodol Varian Rasa
Dodol varian rasa ini merupakan perkembangan dari dodol original. Bahan bakunya sama seperti dodol original, namun ditambahkan rasa yang lain sebagai pembeda. Walaupun ditambahkan beragam rasa, kelegitan dan kenikmatan dodol ini tetap dipertahankan. Beberapa Dodol “modern” ini dibuat dengan menambahkan rasa buah-buahan seperti stroberi, durian, nanas, jambu, cocopandan, serta blueberry. Ada lagi dengan aneka rasa lainnya seperti rasa kurma, jahe, susu, coklat, dan mocca. Menarik kan? Patut dicoba nih.

3.     Dodol Zebra/Dodol Pelangi
Dodol Zebra atau Dodol Pelangi ini memiliki tampilan unik, yaitu berwarna warni layaknya zebra atau pelangi. Rasanya tetap legit seperti dodol original. Namun yang membedakan adalah tekstur yang lebih halus dan lembek, serta tanpa wijen tentunya. Dodol ini cocok untuk sajian di ruang tamu anda karena tampilannya yang unik.

4.     Dodol Kacang
Kacang dibikin dodol? Ya, tentu saja terdapat dodol kacang dalam varian dodol Garut. Bahan baku utamanya adalah kacang merah dan kacang hijau. Kelegitan dalam dodol kacang ini sangat berbeda dengan kelegitan dodol original. Dodol kacang ini lebih mudah digigit daripada dodol original. Hal lain yang membuat dodol kacang ini unik adalah bungkusnya yang menggunakan daun jagung kering. Dodol ini juga recommended banget deh.

5.     Dodol Buah dan Rujak
Dodol buah dan rujak ini menggunakan bahan baku yang berbeda dengan varian dodol lainnya. Alih-alih menggunakan wijen dan gula merah, dodol ini menggunakan buah-buahan sebagai bahan bakunya. Sebagian besar produsen dodol buah dan dodol rujak menggunakan buah nanas sebagai bahan baku utama. Begitupun dodol rujak. Hanya yang membedakan adalah, dodol rujak akan membuat anda seperti memakan sambal namun rasanya manis.
Nah, banyak banget kan varian Dodol Garut-nya? Si legit manis ini memang sudah menebar pesona oleh-oleh Garut. Tidak pernah mati ditelan zaman dan produk baru, karena sudah menjadi trademark tersendiri. Rasanya tak lengkap jika mengunjungi Garut tanpa membeli dodol Garut.


Selasa, 24 April 2018



Danau Batu Bacan, Tempat Wisata Tak Biasa yang Hits di Sukabumi

Danau Batu Bacan, Tempat Wisata Tak Biasa yang Hits di Sukabumi

Danau Batu Bacan, jika kamu mendengar namanya sekilas pasti kamu langsung mengira di sini adalah lokasi untuk menemukan batu akik bacan. Sayangnya, batu akik bacan tidak ada di sini.


Danau Batu Bacan hampir sama dengan Danau Biru Bukit Jaddih. Keduanya terbentuk karena bekas galian, yang membedakan keduanya adalah warna air.

Jika air di Danau Bukit Jaddih berwarna biru, air di Danau Batu Bacan berwarna hijau.


Air hijau di Danau Batu Bacan
Lantas kenapa air di Danau Batu Bacan berwarna hijau? Warna hijau di danau ini hadir karena bebatuan yang berwarna hijau yang terkena pantulan sinar matahari. Oleh sebab itu, tempat wisata ini terbilang unik.

Tak hanya warnanya saja yang unik, namun danau ini juga kabarnya tak memiliki air resapan yang keluar dari bebatuan di sekelilingnya.

Air yang berada di danau ini konon kabarnya berasal dari air hujan yang tertampung selama bertahun-tahun.


Danau Batu Bacan ini juga dikenal dengan nama Danau Hijau. Danau yang terkenal berkat media sosial ini memang bukan tempat wisata melainkan lahan tambang zeolit.

Lokasi Danau Batu Bacan
Danau ini terletak di daerah Sukabumi tepatnya di Desa Bojongharja, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.


Rute ke Danau Bacan
Jika kamu Jakarta, kamu bisa melewati tol JORR, kemudian keluar di Ciawi. Dari Ciawi, lurus saja hingga sampai ke Cibadak.

Setelah kamu melewati Pasar Cibadak, kamu bisa belok kanan dan mengambil jalan ke arah Pelabuhan Ratu.

Kamu bisa lurus terus hingga menemukan Jembatan Desa Bojong. Ikuti jalan ini, hingga menemukan spanduk Danau Bacan atau Danau Hijau.

Harga Tiket Masuk Danau Batu Bacan
Tenang, di sini enggak ada tiket masuk kok, kamu hanya cukup membayar biaya parkir.

Untuk kendaraan roda dua : Rp2.000, sedangkan untuk kendaraan roda empat ; Rp5.000
Tips saat datang ke Danau Bacan atau Danau Hijau :
Harap berhati-hati, karena lokasi ini sebenarnya adalah lokasi tambang zeolit dan bukan tempat wisata
Persiapkan kondisi kendaraan dengan baik
Beberapa lokasi ada yang rawan longsor, jadi sebaiknya kamu berhati-hati dan tak berada di lokasi yang dipasangi garis polisi

Minggu, 22 April 2018

Candi Cangkuang dan Kampung Pulo


Wisata Candi Cangkuang merupakan salah satu objek wisata yang cukup populer ‎di kota Garut. Candi peninggalan masa Hindu ini terletak di kecamatan Leles dan ‎mudah untuk di akses dari ibu kota jawa barat , Bandung.‎

Hasil gambar untuk candi cangkuang

Kompleks wisata candi cangkuang terletak ditengah situ (danau kecil) Cangkuang. ‎Selain itu terdapat juga kampung adat tradisional yaitu kampung Pulo . Candi ini ‎diperkirakan di bangun pada abad 8 M dan merupakan peninggalan budaya hindu ‎di jawa barat.‎
Untuk mencapai candi ini, anda dapat menggunakan jasa penyeberangan rakit ‎yang dapat menampung cukup banyak penumpang . Selain menikmati keindahan ‎alam sekitar yang cukup asri, anda juga bisa berkunjung ke kampung adat pulo ‎yang terletak persis di pinggir candi cangkuang . Anda juga dapat menemukan ‎catatan sejarah pemugaran candi cangkuang dan benda-benda peninggalan zaman ‎hindu dan islam di museum cangkuang.‎


Gambar terkait

Satu hal yang menarik, meskipun berasal dari masa Hindu, namun disekitar candi ‎banyak terdapat peninggalan masa islam awal di jawa barat. Selain itu juga ‎terdapat makam eyang embah dalem Arif Muhammad yang terletak persis di ‎pinggir candi .‎
Eyang embah dalem Arif Muhammad adalah salah satu penyebar agama silam di ‎jawa barat. Penduduk sekitar situ cangkuang menganggap mereka adalah ‎keturunan langsung dari eyang embah dalem Arif Muhammad.‎


Transportasi ke Candi Cangkuang
Jika menggunakan transportasi umum, anda dapat mencapai candi cangkuang ‎menggunakan Bis jurusan Garut dari Bandung/Jakarta dan berhenti di alun-alun ‎kecamatan Leles . Dari alun-alun Leles, anda dapat menggunakan andong ataupun ‎jasa ojek yang banyak terdapat disana untuk langsung menuju situ dan candi ‎cangkuang .‎

 Hasil gambar untuk angkot kadungora garut

Akomodasi
Sarana parkir untuk pengunjung tersedia cukup luas. Selain itu juga terdapat ‎banyak warung/tempat makan. Sarana lain seperti toilet dan Mushala juga sudah ‎tersedia. Di sekitar candi juga terdapat tempat belanja oleh-oleh yang cukup ‎lengkap.‎


‎(untuk pemesanan oleh-oleh dari berbagai daerah di Jawa Barat silahkan hubungi ‎kami) ‎

Senin, 19 Maret 2018

PANTAI SANTOLO GARUT




Pantai Santolo adalah sebuah pantai yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Garut tidak hanya terkenal dengan Jeruk Garut tetapi salah satu pantai yang populer terdapat di Kabupaten Garut yaitu Pantai Santolo. Terletak di kec. Cikelet, sebelah selatan pusat kota Garut atau biasa disebut Garut Selatan, Garsel atau Garsela, jarak tempuh dalam waktu 3,5 jam perjalanan atau sekitar 88 km dari Garut Kota. Pantai ini cukup dikenal di kota Bandung dan merupakan daerah tujuan wisata . Kawasan Pantai Santolo merupakan berkumpulnya nelayan tradisional yang akan dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata yang indah. Juga merupakan daerah untuk kegiatan nelayan sebagai dermaga (pelabuhan) kapal ikan atau perahu yang ada di Pameungpeuk. Menikmati panorama pantai dan biota laut,merupakan aktivitas wisata yang dapat dilakukan. Tersedia juga sewaan perahu yang melayani wisatawan untuk menikmati deburan pantai ombak selatan yang cukup menantang. Selain itu kita bisa menikmati hidangan makanan laut yang segar dengan sajian yang sederhana. fasilitas yang dibutuhkan wisatawan cukup tersedia seperti losmen, kios-kios cinderamata dengan harga terjangkau.


Ada beberapa route jalan yang dapat dipergunakan untuk tiba di pantai santolo Garut Jawa Barat di antaranya adalah Jalur pertama melalui terminal Garut dilanjutkan ke santolo. Jalur Lainnya adalah melewati Cianjur - Cidaun - Rancabuaya - Santolo, dan Jalur terdekat untuk wisatawan dari Bandung ialah melewati ranca bali - Naringgul - Cidaun - Rancabuaya - Santolo. Wisatawan dari Bandung bisa melalui Jalur alternatif yaitu melalui Pangalengan.

SITU BAGENDIT




Situ Bagendit terletak di desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Situ Bagendit merupakan objek wisata alam berupa danau dengan batas administrasi disebelah utara berbatasan dengan Desa Banyuresmi, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Cipicung, disebelah timur berbatasan dengan Desa Binakarya, dan disebelah barat berbatasan dengan Desa Sukamukti.
Aktivitas wisata yang dapat dilakukan di Situ Bagendit ini antara lain menikmati pemandangan, mengelilingi danau dengan menggunakan perahu atau rakit. Para pengunjung juga dapat melakukan kegiatan rekreasi keluarga, menikmati pemandangan serta kegiatan bersepeda air.
Objek wisata ini dikelola oleh Bapak Ajan Sobari dengan status kepemilikan berada di tangan pemerintah daerah yang kewenangannya dilimpahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut dan pihak swasta yaitu Bapak Adang Kurnia. Berdasarkan perda no. 11 tahun 2001 harga masuk tiket ke kawasan ini Rp. 1.000/orang untuk dewasa dan Rp. 500/orang untuk anak-anak.


Akses jalan menuju kawasan objek wisata ini cukup bagus dan pastinya dapat dengan mudah dilalui oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4. Bagi pengunjung yang menggunakan jasa angkutan umum bisa dengan mudah mengunjungi tempat ini karena tersedia angkutan umum dari terminal Garut Kota jurusan lewigoong dan pasti melewati objek wisata ini. Lokasi Situ Bagendit tepat berada di pinggir jalan raya Banyuresmi. Jarak tempuh dari terminal Garut kurang lebih sekitar 10 km dan jika ditempuh dengan kendaraan kurang lebih sekitar 23 menit perjalanan normal.

TANGKUBAN PERAHU





Foto diatas hanya replika belaka, aslina mah nangkuban lain nangkarak kitu 🙈

Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Perahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 °C pada malam hari.



Asal usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda aktivitas gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunungnya, di antaranya adalah di kasawan Ciater, Subang. Gunung Tangkuban Parahu pernah mengalami letusan kecil pada tahun 2006, yang menyebabkan 3 orang luka ringan.
Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m di atas permukaan laut merupakan sisa dari danau besar yang terbentuk dari pembendungan Ci Tarum oleh letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung Sunda Purba terhadap peristiwa pada saat itu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger